SISI LAIN “TEH”
.bismillah.
.
Buat penggemar teh, sebaiknya baca artikel ini. Buat yang bukan penggemar teh, juga dianjurkan baca biar tdk terjerembab dalam jurang kegelapan si minuman segar ini (halah).
Teh terkenal sbg minuman warisan Kekaisaran China, masyhur akan manfaat dan kelebihannya. Misalnya, kandungan polifenol yg bersifat antioksidan yg berefek protektif bagi tubuh. Polifenol ini dapat berfungsi sbg pencegah pengapuran pembuluh darah di jantung. Ini berarti teh dapat mencegah penyakit jantung. Teh juga ditengarai dapat mencegah penyakit kanker karena efek antioksidatif dari polifenol dan efek antiproliferatif dari catechin dalam teh (hasil penelitian klinis).
Namun bin tetapi… ternyata oh ternyata, teh juga bisa menjadi momok bagi tubuh kita! Terutama kalok diminum sehabis makan (haiyooo…siapa yg suka jajan makanan besar dgn ditemani segelas es teh atau teh anget?
). How come anyway?
Selain polifenol, teh juga mengandung tanin yg hobinya menghambat pembentukan hemoglobin (Hb). Seperti yg kita tau, kekurangan Hb dpt menjadi penyebab penyakit anemia (kekurangan darah). Efek lebih jauh, anemia membuat orang mudah lelah, tenaga lemah, dan daya lupa tinggi. Kalok buat ibu hamil, rendahnya kadar Hb bisa mengganggu proses persalinan dan menyebabkan bayi yang dikandungnya berbobot rendah. Bagi balita dan anak-anak, minimnya Hb bisa berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan mereka.
Berdasarkan penelitian tim periset dari Bagian Kesehatan Ibu dan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Mei 2000, mereka yang suka nge-teh sehabis makan mengalami penurunan drastis kandungan zat besi, terlihat dari rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah mereka. Riset dari Undip ini memperkuat hasil penelitian para periset di Barat, T.A.Morck, S.R. Lynch, dan J.D. Cook, yang pernah dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada 1983. Menurut riset itu, minum teh paling tidak sejam sebelum atau setelah makan akan mengurangi daya serap sel darah terhadap zat besi 64% akibat zat tanin. Dan ternyata, pengurangan daya serap akibat teh ini lebih tinggi daripada akibat sama yang ditimbulkan oleh konsumsi segelas kopi usai makan
. Kopi, menurut riset itu, mengurangi daya serap hanya 39 persen.
Lebih jauh, si Tanin ini getol sekali memengaruhi penyerapan zat besi dari makanan, terutama yang masuk kategori heme non-iron, misalnya padi-padian, sayur-mayur, dan kacang-kacangan. So, termasuk di dalamnya nasi yg notabene sbg makanan pokok kita. Makanya, bener juga kata seorang penulis yg pernah nulis artikel (’afwan lupa sumbernya, yg jelas uzzy baca pas kelas 3 SMA di mapel bahasa indonesia) kalok salah satu penyebab penduduk indonesia kurang gizi n minim intelejensi adl kebiasaan minum teh! Secara kita sukanya minum teh abis maem, ya jgn salahkan siapapun kalok byk zat2 dlm makanan yg kita konsumsi hny numpang lewat saja dlm tubuh.
Lalu kenapa Jepang yg juga terkenal dgn upacara minum tehnya tetap pinter2 ya, masyarakatnya? Ouch, ternyata mereka memang pintar, sodara2. Jadi kebiasaan minum teh di jepang maupun china itu dilakukan (biasanya) pagi atau sore hari dgn menu pendamping berupa biskuit ringan (bukan nasi, mie ayam, bakso, sayur, atau yg bukan biskuit). Bahkan ada kalanya tanpa menu pendamping alias murni ngeteh tanpa ngemil.
Lalu solusinya apa? Masa iya mau maem tanpa minum? Minum air putih thok kurang mantab… katanya c gitu. Kalok saya c mantap2 saja menenggak air jernih itu. Buat yg kurang mantab dgn air putih, disarankan mengganti teh kegemarannya dengan air jeruk! Air jeruk memperbesar penyerapan zat besi bila dibandingkan dengan minum es teh. Kenapa? Karena, vitamin C rupanya memperbesar penyerapan zat besi oleh tubuh. Kata Dr. J.C. Susanto, Sp.A. (K), salah satu dokter tim riset Undip, c gt.
Buat yg bnr2 gak bisa menjalani hari tanpa teh, ada tipsnya juga nih biar bisa ngeteh dgn sehat! Yaitu, minum teh pd pagi atau sore hari krn teh akan berefek baik bagi tubuh bila dikonsumsi pada pagi dan sore, disertai karbohidrat dan protein, misalnya roti dan biskuit. Kiat lain, ya, dgn memberikan jeda minum teh setelah makan, misalnya dua jam setelah makan. Jeda itu diperlukan karena rentang waktu itu diperkirakan cukup bagi usus 12 jari dan usus halus bagian atas untuk melakukan proses penyerapan makanan. Jadi, boleh-boleh saja menyeruput teh kapan pun, asal tidak setelah makan. Bgitu kata anggota tim riset Undip lainnya. Bgitu…
So, MARI NGE-TEH DENGAN SEHAT!
.
Oooh…pantesan aku suka ngerasa males2an kl hbs makan, soalnya emang ditemani teh gitu (kadang kopi malah), padahal aku punya darah rendah juga lho, baru tahu ternyata si Tanin itu ya penyebabnya.
Makasih ya infonya…
selam masuk… kalo uzzy jg tidak salah lupa…. ni seperti bahan bacaan Bahasa Indonesia waktu SMA dulu toh…..
@Mbak Yoes Manoez:
Syama-syama, Mbak. semoga bermanfaat…
@arief:
Yak, anda benaaaarrr!! ane nulis postingan ini krn terinspirasi artikel waktu qt kelas 3 SMA dl, rief. pas jamnya pak dion…:D
minum jus alpukat saja…
@ mas kresna: setoja! apalagi minumnya ditemani menu greetongan di warng makan gang jambu… (sambil ngelirik mas tuing2)
haduhh..mbuzi..sebenernya q tau teh ga bagus kalo menjadi pendamping makan makanya lebih sering pesen es jeyuk..tapi kadang2 tergoda juga,karena es teh manis itu segernyaa….
iyooo, itulah sebabnya aku selalu pesen jeruk anget daripada teh…
wah, mbolo aku karo dirimu Gal…
ok mb jazakillah
terima kasih Uzzi, baca blogmu jadi kangen pengen ngeblog lagi aku .. kasihan dah lama terbengkalai …
^_^
habis ini mo minum teh ah ..
@epe : pe, aku tdk sadar kalok kamu ngomen di sinii.. ^^v semoga dirimu sehat selalu, afifah…
.
@dek_aan: waiyyakii, jazakillahu khairan.. (cozy0
.
@mas_firm: samasama mas firm. ini blog saya jg udah mulai gak keurus…