SEBUAH KISAH SEBUAH CERITA (versi uzzy)
.bismillah.
.
“Aku heran mengapa ingatanku tertuju kepada mereka.
Kuajukan pertanyaan pdhl mereka ada di sisiku.
Mataku mencari pdhl mereka ada di kehitaman mataku.
Hatiku merindu padahal mereka ada di antara tulang iga.”
~Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah~
.
.
Mereka. Yang terkasih. Yang terlantun dalam setiap untai doa. Yang menggulirkan bulir-bulir air mata. Pun yang mengurai tawa.
.
Maka salahkah aku Tuhan, ketika gejolak hati ini bergolak, saat dia hendak berpindah benua. Bukan, Tuhan! Sungguh aku bahagia untuk capai asanya, rekah senyumnya adalah pelepas sesak dalam dada. Namun Engkau lebih tahu Tuhan… tentang kelekatan kami, tentang hati-hati kami, tentang kerapuhanku. Setahun tanpanya… (tears) Kalaupun mampu untuk memilih, tentu akan kuenyahkan ego ini. Namun kehilangan itu tetap bersemayam di balik tulang iga..
Tuhanku, bukankah Engkau memaklumi kelemahanku? dan Engkau akan menguatkanku, begitu kan seperti janji-Mu dlm kitab-Mu?
.
Lalu salahkah aku Tuhan, ketika aku menangisi keputusannya untuk mendiamkanku?
Mereka bilang ini utk kebaikan kami berdua, dan aku harus belajar memahami jalan yg ia pilih. Sedangkan ia, berkata inilah jalan kedewasaan kami, karena hidup tdk hanya utk bersenang-senang. Oh Tuhan, beginikah arti dewasa? Sungguh aku tidak ingin menjadi dewasa jika seperti ini adanya! Salahkah aku Tuhan, jika ingin membuat hidup lebih menyenangkan? mereka bilang aku labil, lalu kenapa tdk membantuku untuk menjadi stabil dan justru membuatku semakin fragile? Tersenyum, tertawa, jika itu mampu mampu menghiburku namun justru melukainya, maka ajari aku Tuhan untuk menjadi saudara yang mampu memberikan peran terbaik untuknya…
.
Dan salahkah aku Tuhan, jika sering menangis karena dan untuk ketiga yang lain? jika memang salah, ketika kuanggap senyumnya adalah bahagiaku yang karenanya diamnya merupa kecewaku… ampuni aku Tuhan. kalau memang benar, semua telah berubah dan aku tdk mampu mempertahankan, maka kuatkanlah hati ini Tuhanku. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu isi hatiku…
(tears)
.
~lebaiy mode on. kalok mauk nyalahin, tuh salahin si HORMON…!!!~
“Aku heran mengapa ingatanku tertuju kepada mereka.
Kuajukan pertanyaan pdhl mereka ada di sisiku.
Mataku mencari pdhl mereka ada di kehitaman mataku.
Hatiku merindu padahal mereka ada di antara tulang iga.”
~Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah~
kok malah nyalahin hormon,, nek katane firman namane self selfing bias apa piye,,, gitu hehehe
hehe. saya lg broken heart stadium tinggi waktu nulis ini mas fajar… jd mbingungi dhewe…
betul, betul, hampir betul… namanya self serving bias
mampir dulu disini membaca cerita, ini curhatan yah? hehe,, mampir2 balik yh, thx…
iya, katarsis ini ceritanya.. :)