SEBAB-SEBAB AZAB-NYA ADA DI MASA KITA
. .bismillah. .
.
“Homoseksual bukan sesuatu yang abnormal. Homoseks hanyalah perilaku seks alternatif.”
.
Begitu bu dosen menerangkan di kelas psi abnormal, berdasarkan DSM IV… undang-undang para psikolog sekuler. Mulanya saya mendebat dosen saya tersebut hingga akhirnya saya memilih diam karena memang tak ada koneksi pemikiran antara bu dosen dan saya. Hampir setiap kali tatap muka di kelas psi abnormal, bu dosen senantiasa mengungkit2 dan ‘mengingatkan’ kami kalau homosex is normal. Saya tak terlalu menggubrisnya, bosan mendengar dan malas dicuekin kalau mau mendebat. Hingga akhirnya saya melihat salah satu teman saya mengangguk-anggukkan kepalanya ketika mendengar bu dosen mengatakan hal tersebut. Seolah teman saya itu berkata, “o i c…” Hegz! MJJB! Serasa ditohok! Sensasi yang mendebam-debam dada! Ternyata ucapan bu dosen berimbas juga pada pemikiran sebagian teman… heuuu… berasa hampir melayang… apa yg dapat kulakukan? higz…. T__T
Terpikirkah? Jika homoseks menjadi halal dan heteroseks menjadi sesuatu yg absurd, rantai kehidupan manusia akan terputus, kehidupan keturunan Adam-Hawa pun pupus…. Saya jadi teringat Q.S. Huud (11):82-83
“Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.”
Na’udzubillahi mindzalik. Bahkan kalau kita telisik lebih jauh, sekarang tak hanya homoseks yang mengepidemik, namun juga lesbi. Beragam upaya diusahakan dalam rangka melegalkan hubungan sesama jenis, seperti mengeksiskan perkumpulan-perkumpulan penyuka sesama. Bahkan berkat ‘perjuangan’ kaum prohomo melalui fil MILK, homoseksual menjadi sesuatu yg legal di amerika! Film yg kata pak dosen psi sos merupakan film paling nggilani yg pernah beliau saksikan. Astaghfirullah….
.
Tapi memang dalam dunia psikologi sendiri belum ada metode penyembuhan homoseks, begitu ngendikanipun Pak Bagus Riyono, salah satu dosen yahud di psiko UGM saat menjadi pembicara dalam dialog terbuka IPLF “Ketika Homoseks Dihalalkan” beberapa waktu lalu. Homoseks bukanlah masalah biologis namun lebih pada problem keimanan, lanjut dosen yang ternyata satu almamater sama saya (hhehee…). Jadi memang bukan hal yang mudah untuk mengembalikan seorang homoseks maupun lesbi kepada fitrahnya, karena menyangkut dimensi faith ybs. Apalagi klu ybs merasa dirinya normal atawa gag sadar klu sebenarnya sedang sakit, berasa pengen gigit jari saja. Pendekatan personal, mungkin lebih efektif. Dan doa, tentu saja. Yang jelas, tak ada yang mustahil bagi Allah… termasuk menyadarkan para homoseks dan lesbi bagi mereka yang mau menyadari kalau ampunan-Nya luas tak terbatas….^^
.
Ah, jadi ingat juga ttg penyimpangan2 seksual lainnya… yang membuat saya berpikir kalau dunia memang benar2 sudah GILA! Misalnya adalah sbg berikut (yg akan saya jabarkan adalah realita di sekitar kita… astaghfirullah, na’udzubillah):
>> Fethishism ; pemuasan seksual pada benda mati such as BH, CD, rambut wanita, etc u/ masturbasi
>> Transvestism; menggunakan pakaian dalam lawan jenis u/ masturbasi
>> Transeksual; ganti jenis kelamin
>> Pedophilia; ketertarikan u/ berhub seks dgn anak2 di bawah umur
>> Exhibitionism; kegemaran menunjukkan alat kelamin pada lawan jenis
>> Voyeurism; kegemaran melihat lawan jenis dalam keadaan tanpa busana
>> Frottage; masturbasi dgn cara menggesekkan alat kelamin pd lawan jenis
>> Dll….
.
Heuuu… andai semua orang mengamalkan ajaran Islam yang bahkan hal2 seputar hubungan seksual pun diatur oleh para fuqaha… tak akan dikenal istilah2 spt tsb di atas. Saya jadi ingat dengan ucapan lain pak bagus menyangkut homoseksual,
“Apa yang menjadi alasan datangnya adzab-adzab Allah pada masa nabi-nabi yang terdahulu terkumpul sudah
pada masa kita yang sekarang ini.”
Mengurangi timbangan seperti yang dilakukan kaum Tsamud? Sekarang pun sudah merajalela…. Menghambakan diri pada berhala selayak kaum ‘Ad? Sudah menjadi hal biasa… Sodomi seperti kaum Luth? Sudah lumrah… bahkan sekarang ada lesbi. Astaghfirullahal ‘adzim…. Semoga Allah senantiasa menautkan hati2 kita pada tali agama-Nya dan melindungi kita dari adzab-Nya. Dan sungguh, Dialah Al-Ghafuur, Yang Maha Pengampun….
.
Allahu a’lam bis shawab….
Assalamu’alaikum ……
Akhi, ane tertarik dengan artikel yang ente tulis di website ente…
Ngomong2 mslh homoseksual ato lesbian…
terkadang ane juga muncul tand tanya buuuuueesarrr di fikiran ane…?
Coba ente inget2 kasus si Ryan yang ngebunuh temenx gara2 cemburu…( itu khan intinya juga kasus homosekskan…? )
Lha..yg ngebuat mata ane terbelalak, langsung berita2 di TV ngewawancarai orang2 yang hidupnya stiap harinya tinggal di lingkungan kaum homo…
yang anehnya saat mereka diwawancarai…waduh…kayak nggak punya malu dech…. Dengan PD-nya mereka menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh wartawan tanpa bosa-basi…?
Waduh pokok-e kacau beliau dech…
wa’alaikumsalam warahmatullah…
saya akhwat, akh… hehee…
nah, itu dia. salah satu bentuk ghazwul fikr (perang pemikiran) lewat media. secara sadar atau tidak, ekspos besar2an thd kaum homo maupun lesbi dgn dalih wawancara seputar kasus rian dlsb menjadi media belajar bagi para pemirsa TV untuk mewajarkan homo maupun lesbi.
na’udzubillah…