sayang ibu… selalu…
.bismillah.

tentang ibuku…
ibu sayang,
yg mengajarkanku ttg kasih sayang…
yg selalu menasihatiku agar jadi pribadi penyayang…
yg kasih sayangnya tdk berbatas…
bahkan kepada org yg menyakitinya.
.
ibuku sayang…
yg tak jarang sejenak pulang ke rumah sblm kembali lagi ke sekolah
sekedar utk mengambil air wudhu, lalu mendirikan sholat 2 rakaat
dan kadang dgn air mata berlinang
“Mendoakan org yg baru saja menyakiti Ibu,”begitu katamu
agar diampuni Allah, dan tidak perlu dibalas perbuatannya krn Ibu sudah memaafkan.
lanjutmu, seperti itu
dan aku selalu tertegun menyaksikanmu seperti itu
.
atau, kau yg selalu diam setiap kali ayah marah
nasihatmu padaku, bahwa KATA adalah DOA
dan jgn pernah berucap selama suasana masih panas
.
dan juga, kau yg selalu mengingatkanku
tentang syukur dan sabar
.
juga, dirimu yg selalu mencontohkan utk sekedar berbagi kasih sayang
walau hanya berupa makanan
pada orang2 di pinggiran
yg paling sering kau jamah sblm kau berbuka puasa
“Mendahulukan yg lebih membutuhkan,”begitu kalimatmu.
padahal aku tahu Ibu, bahwa engkau baru berbuka dgn air putih,
memilih memberikan jatah buka puasa sunnahmu pada janda-janda tua itu lebih dulu
manusia, yg biasanya dipedulikan org2 partai menjelang pesta politik
sekedar utk meraih suara berkedok simpatik
tapi Ibu, aku tahu
kau tidak seperti itu.
.
ah, ibu sayang…
aku ingin mengikuti jejakmu
walau sulit
dan kutahu itu
ketika aku tersakiti, Ibu…
ingin ku memakinya, atau…
mendoakan agar Allah mengadilinya seadil2nya di akhirat kelak
tapi…
kau selalu berhasil meluluhkan hatiku…
utk tdk berdoa semacam itu…
dan menggantinya, dgn doa yg lebih baik…
.
ibu sayang…
sering kali saya menangis sendirian sebelum tidur,
saya takut… Allah memanggilmu sblm hati ini siap kau tinggalkan
saya benar-benar takut itu…
saya masih belajar menjadi penyayang, Ibu… sebagaimana harapanmu
tp amarah ini, acapkali tak terkendali…
tp kepercayaanmu pdku, bahwa aku mampu..
maka itulah yg menguatkanku..
.
ah, ibu sayang…
saya menyayangimu… selalu…
.
[saat ingin sekali memukul orang itu. tp saya ingat Ibu... dan saya telah memutuskan utk menyayanginya saja. setidaknya berusaha untuk]
Nggak sengaja kita bikin posting yg sama, yaitu tentang Ibu…
Halo Uzzy..baru tahu kalo kamu punya blog :)
By the way, post ini kok menyentuh banget ya..aku sejujurnya iri banget sama Uzzy dan ibu Uzzy :) soalnya kok hubungan kalian keliatannya harmonis dan menyenangkan
some people bahkan punya masalah dengan keluarga mereka lho, entah itu melibatkan kekerasan fisik, atau ‘hanya’ disappointment or perasaan unwanted. You should really be thankful for all that you’ve got who have helped you till this point..*here
cheerio,
Aulia (in case lupa, aku Aulia Inter yang sekarang di HI UGM :D)