uzzy.web.id

Menembus Batas Semesta Kata

sayang ibu… selalu…

May25

.bismillah.

tentang ibuku…

ibu sayang,

yg mengajarkanku ttg kasih sayang…

yg selalu menasihatiku agar jadi pribadi penyayang…

yg kasih sayangnya tdk berbatas…

bahkan kepada org yg menyakitinya.

.

ibuku sayang…

yg tak jarang sejenak pulang ke rumah sblm kembali lagi ke sekolah

sekedar utk mengambil air wudhu, lalu mendirikan sholat 2 rakaat

dan kadang dgn air mata berlinang

“Mendoakan org yg baru saja menyakiti Ibu,”begitu katamu

agar diampuni Allah, dan tidak perlu dibalas perbuatannya krn Ibu sudah memaafkan.

lanjutmu, seperti itu

dan aku selalu tertegun menyaksikanmu seperti itu

.

atau, kau yg selalu diam setiap kali ayah marah

nasihatmu padaku, bahwa KATA adalah DOA

dan jgn pernah berucap selama suasana masih panas

.

dan juga, kau yg selalu mengingatkanku

tentang syukur dan sabar

.

juga, dirimu yg selalu mencontohkan utk sekedar berbagi kasih sayang

walau hanya berupa makanan

pada orang2 di pinggiran

yg paling sering kau jamah sblm kau berbuka puasa

“Mendahulukan yg lebih membutuhkan,”begitu kalimatmu.

padahal aku tahu Ibu, bahwa engkau baru berbuka dgn air putih,

memilih memberikan jatah buka puasa sunnahmu pada janda-janda tua itu lebih dulu

manusia, yg biasanya dipedulikan org2 partai menjelang pesta politik

sekedar utk meraih suara berkedok simpatik

tapi Ibu, aku tahu

kau tidak seperti itu.

.

ah, ibu sayang…

aku ingin mengikuti jejakmu

walau sulit

dan kutahu itu

ketika aku tersakiti, Ibu…

ingin ku memakinya, atau…

mendoakan agar Allah mengadilinya seadil2nya di akhirat kelak

tapi…

kau selalu berhasil meluluhkan hatiku…

utk tdk berdoa semacam itu…

dan menggantinya, dgn doa yg lebih baik…

.

ibu sayang…

sering kali saya menangis sendirian sebelum tidur,

saya takut… Allah memanggilmu sblm hati ini siap kau tinggalkan

saya benar-benar takut itu…

saya masih belajar menjadi penyayang, Ibu… sebagaimana harapanmu

tp amarah ini, acapkali tak terkendali…

tp kepercayaanmu pdku, bahwa aku mampu..

maka itulah yg menguatkanku..

.

ah, ibu sayang…

saya menyayangimu… selalu…

.

[saat ingin sekali memukul orang itu. tp saya ingat Ibu... dan saya telah memutuskan utk menyayanginya saja. setidaknya berusaha untuk]

how about integrity ??

May18
integrity

integrity

bismillah.

.

terpesona, oleh kata-katanya yang begitu membius

tertakjub, oleh janji-janji spektakulernya

terkagum, oleh megah kalimatnya…

dan waktu menjawab lebih dulu: bahwa bukan semata AKSARA, tapi AKSI nyata

sebelum akal ini sempat bertanya: di manakah realita ??

 

 –Rasulullah itu, seorang yg berintegritas tinggi. mungkin kita sering lupa bahwa acapkali melisankan utk senantiasa meneladinya–

.

detik menjelang monev DIKTI. ditemani rinai hujan di pojok LM Psi, bersama sahabat yg kukasihi…^^

dan uzzy, masih harus belajar, belajar, dan belajar lagii.. :)

Perkenalkan: ADHD (keping 2–tamat)

May8

bismillah.

yak. marii kita lanjutkan pembahasan ttg ADHD yg sempat tertunda beberapa waktu lalu.. (goodluck)

Utk menetapkan seorang anak positif ADHD atau tidak, ada empat kriteria yang dijadikan standardisasi oleh DSM IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke-4):

>> Kriteria A

bahwa setidaknya harus ada 6 gejala atau lebih dari innatention dan 6 gejala atau lebih dari hiperaktivitas/impulsif dalam kurun waktu minimal 6 bulan. kemunculan gejala bersifat repetitif atau berulang-ulang selama 6 bulan tsb.

>> Kriteria B

gejala utama muncul sebelum usia 7 tahun. penjelasannya adalah, karena ADHD tidak disebabkan oleh modifikasi perilaku atau belajar sosial tapi lebih pada kondisi fisik. jika onsetnya adalah di atas 7 tahun, kecenderungan yg paling mungkin adalah gangguan perilaku anak disebabkan oleh proses belajar sosialnya (as we know, nalar anak usia di atas 7 tahun sudah jalan bahkan berlari, ya. hehe). nah, jika memang kejadiannya spt itu, bahwa onset di atas 7 tahun, kemungkinan anak ybs mengalami CD (conduct disorder) dan bukan ADHD.

>> Kriteria C

gejala atau symptom kemunculannya minimal pada 2 lingkungan anak, misalnya rumah dan sekolah. jika gejala yg muncul hanya saat anak berada pada situasi tertentu misalnya di rumah saja, kemungkinan besar hal itu terjadi krn proses belajar sosial anak dan bukan karena faktor fisik/biologis. it means, bukan ADHD.

>> Kriteria D (kriteria ini adalah yg saya lupa pas mengerjakan UTS kmrn. semacam mengalami blank out! >,< )

bahwa gejala-gejala yg dialami anak harus memiliki makna yang jelas. misalnya mengganggu kehidupan sosial, akademik, dan intrapersonal anak ybs. kalau cuma anak mjd hiperaktif hanya sekedar bwt caper mah itu bukan ADHD…^^

.

Lalu, bagaimana solusi utk anak-anak ADHD? di sini saya akan berbagi beberapa contoh penanganan dini utk ADHD:

>> terapi medikasi

sesuai namanya, terapi ini menggunakan pendekatan farmakologi atau obat-obatan. nah, yg namanya obat itu kan pasti ada side effect-nya ya. begitu juga dgn terapi ini. misalnya, addicting thd obat, ngantuk, klelar/er. bahkan jika terapi obat dilakukan lebih dari 1 tahun dapat berefek pada penurunan intelejensi anak (panic). oleh karena itu lah terapi ini bukan merupakan unggulan, tapi tetap boleh digunakan terutama jika terjadi double-handicap (semacam gangguan yang lebih dari satu). misalnya nih, anak mengalami ADHD sekaligus epilepsi. nah, terapi obat yg digunakan adalah utk penyembuhan epilepsi dalam rangka supaya tdk memperparah ADHD-nya.

>> terapi nutrisi

means, nutrisinya yg diterapi.. :D misalnya dengan diet karbohidrat atau dgn konsumsi tylosin (’afwan nek o salah nulisnya. sekiranya ada anak kedokteran atau farmasi mbo an dikoreksi.. (goodluck) hehe) dlm rangka menambah neurotransmitter dalam otak. selain itu, ada juga yg disebut diet benfeingold utk ADHD yg 50% efektif meminimalisir kemunculan kembali gejala ADHD pada diri anak.

>> terapi biomedis

dengan menggunakan herbal jenis tertentu yang dapat menambah jumlah neurotransmitter dalam otak anak. selain itu bisa juga dgn akupuntur.

>> modifikasi perilaku (favoritku! :D )

fokus dari terapi ini adalah interaksi sosial, bahasa, dan perawatan diri sendiri. dgn prinsip BIC atau Back In Control. maksudnya adalah penekanan pada pengontrolan perilaku anak. contoh konkretnya meliputi:

a. Parents Training Contingency Management –> pelatihan utk orang tua agar dapat menangani anak ADHD dgn sehat.

b. Classroom Contingency Management –> pelatihan utk kelas anak ybs secara holistik agar mampu menangani anak ADHD secara efektif.

c. Opperant Conditioning –> misalnya dgn prosedur token economic maupun point system. pendekatan ini sangat efektif utk anak usia TK dan SD. secara, anak2 usia segitu seneng bgt dpt reward tentunya.. :D   :D

>> terapi bermain

terapi ini berupa permainan yg melibatkan anak ADHD (ya iyalah.. -.-”) dgn peraturan2 yg di-set sedemikian rupa dan harus ada target tertentu, misalnya meningkatkan kemampuan komunikasi sosial pemain2nya.

.

pertanyaan yg biasanya muncul kemudian adalah, terapi mana yg paling efektif utk anak ADHD? dan jawabannya adlh, disesuaikan dgn kondisi anak ADHD ybs… :p masa’ iya anak ADHD yg juga epilepsi, diterapi dgn terapi bermain tanpa dukungan farmakologis, bisa2 pas terapi kejang2 nantii.. (bigeyes) 

.

 poin selanjutnya yg tak kalah penting adalah Pencegahan ADHD:

>> kontrol ke dokter/psikolog/psikiater sejak kemunculan gejala ADHD, sedini mungkin. yg sering terjadi adalah masih lekatnya stigma pada masyarakat bahwa yg dibawa ke psikolog atau psikiater adalah orang gila, jdnya para orang tua lebih memilih mendiamkannya. padahal mekaten mboten nggih… (eyeroll) 

>> perhatian gizi pada ibu hamil. byar tdk ada dampak yg akan berefek pada otak janin.

>> sejak kecil, asupan gizi anak diperhatikan. jangan sampai setiap hari makannya nasi dengan lauk sakarin.. (okok)

.

nah, sekian teman2 ttg ADHD.  bahwa intinya adalah apapun yg terjadi pada anak-anak kita kelak, kita turut andil dalam menjadikannya sebagaimana ia. semoga tdk ada yg mempunyai anak2 ADHD kelak… (worship) kalaupun mmg ada –tp smg tdk ada, ah– the main key is: KESABARAN BUNDA. bahwa utk tetap menyayangi dan mengusahakan kesembuhan buah hati ADHD, tdk ada cara instan semacam menjentikkan jari tengah dengan ibu jari. bahwa hanya dengan kesabaranmu, bunda… engkau mampu bertahan… (cozy)  (heart)

allahu a’lam bis shawab. semoga bermanfaat..  :-)

Perkenalkan: ADHD (keping 1)

April13

.bismillah.

“Bunda sayang, sungguh kesabaranmu merupakan penyembuh terampuh bagiku…”

Ehm. Wah, besok UTS psikopatologi anak (uhuiy uhuiy yeiy!!) dan sayang sekali kalau ilmu yg saya dapat di kelas cuma ngendon di otak saya saja. Jadi saya bagibagi saja di web ini. Semoga bermanfaat, semoga ada yang mau memanfaatkan utk kemanfaatan lebih lanjut.. :D

.

ADHD yg merupakan kependekan dari Attention Deficit Hiperactivity Disorder (kalau dibahasakan Indonesia jdnya bgmn teman2? Yak anda benaaarr,, (applause) gangguan hiperaktivitas sekaligus kesulitan pemusatan perhatian) ini bukan hal yang baru loh di dunia medis maupun psi klinis. Ternyata eyang buyut>100 Hipocrates pun dulu pernah mengenalkan simtom2 ADHD semasanya. Pada perkembangannya, George Hill (1902) mengemukakan bahwa ADHD tidak sepenuhnya disebabkan faktor nurture atau lingkungan akan tetapi faktor nature atau bawaan terutama terkait ihwal genetika dan kerusakan otak juga mempunyai andil besar. Oleh karena itu treatment yang disarankan cenderung ke arah medis, misalnya pemberian obat mentylphenidate. Di sisi lain, Stella Chess berpendapat ttg psikopatologi semacam ADHD yg ia sebut sebagai Hyperactivity Child Syndrome (HCS). Berbeda dengan Hill, Chess mengkategorisasikan HCS sebagai bentuk psikopatologi anak yg bukan disebabkan oleh kerusakan otak melainkan hanya sebatas disfungsi otak saja. (thinking) Treatment yg disarankan berupa multimodal treatment study.

.

Prevalensi anak-anak ADHD di dunia ini antara perempuan dan laki-laki adalah 2:1 (panic). Onset atau penampakan simtom ADHD adalah sebelum anak berusia 7 tahun (simtom bisa jadi mulai terlihat sejak usia 2 tahunan). Jika anak berusia > 7 tahun dan didapati onset tsb, maka si anak kemungkinan besar mengalami conduct disorder (bukan ADHD). Yg lebih membuat (panic) lagi, prevalensi anak-anak conduct disorder perempuan dibandingkan dgn laki-laki adalah 4:1 :-o .

.

Gimana sih cirinya ADHD?

>> Inattention

Kurang teliti, tidak fokus dlm mengerjakan tugas tertentu, tidak mendengarkan org yang berbicara padanya (ternyata ada yg menyebalkan juga, ya.. (okok) ), gagal mengikuti instruksi yg diberikan, menolak tugas yg memerlukan kemampuan mental yg baik/banyak, sering kehilangan peralatan sekolah (hyoh we, sopo sik senengane ngene kii..??) (panic) , mudah terganggu sekaligus mudah lupa.

>> Hiperaktif & Impulsive Behavior (dlm bahasa jawa, impulsif=sak dek sak nyet)

Duduk tdk tenang, sering meninggalkan tempat duduk, berlarian dan suka memanjat, sulit bermain permainan yg tenang, resah & gelisah, sangat cerewet! (panic) , mood swings, menjawab pertanyaan sblm penanya selesai bertanya, sulit menunggu, suka mengganggu aktivitas orang lain, distruktif, tidak pernah puas, kurang ulet, kegagalan sosial, superfisialitas atau tidak totalitas, inkoordinasi, gangguang belajar.

.

Ada Apa di balik ADHD?

>> Faktor Lingkungan (ini nih, faktor yg bikin geram. Rrrawrrghhh..!!)

Misalnya, ibu mengkonsumsi tembakau maupun alkohol semasa hamil. (idiot) atau bisa jd juga dikarenakan tingginya tingkat pencemaran dlm tubuh anak prasekolah (bisa krn kakean pemanis atau pengawet bahan makanan, asap rokok, dsb)

>> Perlukaan Otak

Bisa jd karena kecelakaan. Atau, gangguan saat perinatal (kelahiran). Misalnya dgn menggunakan vakum yg terlalu lama selama proses kelahiran bayi, ketuban pecah terlalu dini, maupun proses melahirkan yg terlalu lama dgn metode waterbirth.

>> Pengawet makanan & gula

>> Genetik

>> Psikososial

Misalnya minimnya lingkungan anak dgn struktur pembelajaran yg baik. Means, tidak kondusif. Misalnya orangtua yang sangat sangat sangat otoriter, keluarga tidak harmonis, anak menerima reward di saat yg tidak tepat. *lak an kii wong tuwane pas wis dhuwe anak hurung lulus le maca ttg parenting* (okok)

>> Malfungsi Otak

Otak bagian tertentu mengalami disfungsi, biasanya c pada lobus frontalis atau otak bagian depan terdapat hambatan shg anak mengalami gangguan perilaku.

>> Ada juga makanan yg bisa mjd sebab ADHD:

Strawberry, coklat, anggur, gandum (yampyun, makanan kesukaan anak-anak smw ini! :-o ) bahkan air susu ibu! (panic) Ada anak-anak yg alergi thd makanan2 tsb. Dan jika dipaksakan memberikan makanan2 tsb kpd mereka, maka ADHD dpt mjd salah 1 akibatnya. Krn apa? Logically, dampak alergi kan mulai dari timbulnya bintik2 merah ataupun flek hitam di tubuh ya, dan yg terparah adalah rusaknya transmitter otak (nah ini nih yg mengarahkan ke ADHD).

.to be continued. (goodluck)

PARENTING: PD-kan ANAK biar HEBAT dan BERKARAKTER KUAT!!

January24

.bismillah.

Dunia anak tak ada matinya. Selalu ceria dan menceriakan. Ibaratnya awan, putih bersih tanpa noktah hitam setitik pun. Apapun tentang anak, selalu menggairahkan. Kelucuannya, keluguannya, kecerdasannya. Harapan ttg mereka.. J

50 tahun yg akan datang…

Anak-anak kita mungkin sudah tersebar di seluruh dunia. Saat itu, mungkin ada yang sedang menggugah inspirasi umat Islam seluruh dunia, berbicara di Mesir hingga Amerika, dari Makkah Al-mukaramah hingga Barcelona. Ia menggerakkan hati dan melakukan proyek-proyek kebaikan, sehingga kota-kota yg pd zaman keemasan Islam yg terang berderang oleh cahaya-Nya, dari Gibraltar hingga Madrid, dari Istanbul hingga Shenzen, kembali dipenuhi gemuruh takbir saat penghujung malam datang. Sementara siangnya mereka spt singa kelaparan yg bekerja keras menggenggam dunia. Mereka membasahi tubuhnya dgn keringat krn kerasnya mereka bekerja meski segala fasilitas tlh mereka dapat, sementara pd malam hari mereka membasahi wajah dan hatinya dgn air mata krn besarnya rasa takut kpd Allah Ta’ala. Rasa takut yg bersumber dari cinta dan taat kpd-Nya.

Begitu Pak (sbnrnya pgn manggil ustad tp beliau tdk suka dipanggil ustad) M. Fauzil Adhim menuliskan harapannya dalam bukunya Positive Parenting. Dan saya kira berbanyak muslim lain jg memiliki harapan senada dgn Pak fauzil. Dan tentunya utk mendidik seorang bocah polos yg saat lahirnya belum bisa membedakan baik dan buruk mjd sosok besar ketika dewasa kelak, tidak semudah menjentikkan jari tengah dengan ibu jari. Sosok yg besar, tdk selalu lahir dari keluarga wah dgn fasilitas2 super mewah. Walaupun, tdk bisa dinafikan juga kemungkinan munculnya tokoh besar dari keluarga yg memang sudah mempunyai nama besar spt Pak Anies Baswedan (heart_beat).

Yg membedakan mereka dgn orang2 lain adalah KARAKTER, begitu ungkap Pak fauzil lebih lanjut dlm buku tsb. Orang hebat berkarakter kuat, sudah menjadi semacam hubungan mutlak. Lalu, bagaimana menumbuhkan karakter kuat dlm diri anak-anak shg nantinya ia mampu mjd sosok yg berpengaruh besar bagi lingkungannya? Salah satu poin pentingnya adalah ttg : kepercayaan diri. Dlm bahasa psikologis kita mengenalnya sbg self-confidence (sakjane bahasa inggris ya…), yaitu kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan (Thantaway, 2005). Banyak orang tua yg kurang faham pentingnya menumbuhkan kepercayaan diri pada anaknya dan tidak sedikit orang tua yg faham urgensinya namun salah dlm aplikasi. Salah satu contohnya adalah apa yg disebut Pak fauzil sbg pseudo self-confidence. Ya, kepercayaan diri semu. Anak-anak dididik utk memiliki kepercayaan diri ketika tinggal di rumah megah, HP-nya mewah, uang saku berlimpah, ataupun memakai pakaian dengan merk yg wah. Mereka percaya diri hanya jika ada hal-hal atau benda-benda yg dapat membuat mereka “terangkat”. Mereka akan datang dgn malu-malu bila barang2nya lusuh dan segera PD lagi ketika dapat ganti yg baru. Org tua menanamkan nilai PD means modern. Akibatnya, mereka percaya diri hanya pada kondisi2 tertentu.

Kesalahan pola didik org tua seputar penumbuhan kepercayaan diri anak adalah penanaman nilai percaya diri karena orang lain memiliki kelemahan/kekurangan. Si anak percaya diri krn memiliki keunggulan yg org lain di sekitarnya tdk mempunyainya. Sikap ini sgt dekat dgn sombong (na’udzubillahi mindzalik). Si anak akan tumbuh mjd sosok yg tdk berkutik thd org2 di atasnya dan menepuk dada di hadapan org2 yg lbh rendah. Org tua menanamkan nilai ini melalui klmt semacam, “Kamu nggak usah malu. Temanmu yg pakai baju lebih lusuh kan banyak. Yg pakai sepatu jelek juga banyak. Kalau temanmu sepatunya bagus-bagus, kamu malu gak papa. Lah wong ini sepatumu bagus sendiri di antara tmn2mu kok ndadak malu.”

Masih ada beberapa jenis kepercayaan diri hasil dari pola didik yg salah org tua. Yg jelas, poin penting di sini adalah bgmn memurnikan kepercayaan diri dalam diri anak, agar tdk tergantung situasi maupun kondisi yg bersifat semu. Dan dlm buku tsb pak fauzil mengemukakan solusi yg sgt jitu yaitu khutbah terakhir Rasulullah SAW di masjid Khaif, Mina:

“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian, sama sucinya dengan hari ini, negeri ini, pada bulan ini. Sesungguhnya kaum mukmin adalah bersaudara. Tidak boleh ditumpahkan darahnya. Tuhan kalian satu. Bapak kalian semuanya Adam dan Adam dari tanah. Sesungguhnya yg plg mulia di sisi Allah ialah yg paling taqwa. Tidak ada kelebihan org Arab di atas org asing kecuali krn taqwanya….”

Yes. Cuckuplah menanamkan pengertian ini kepada anak sejak dini, memahamkannya hingga merasuk di hati. Jika sudah terwujud, insyaAllah tidak ada lagi rasa minder maupun inferi krn alasan materi dan keduniawian lainnya. Dan oh kawan, tidakkah kau merindukan anak-anak kita kelak menjadi sosok karismatik dgn penuh kepercayaan diri dlm mengemban amanahnya sbg khalifah di muka bumi? mereka tidak takluk pada dunia krn dunia yg akan tunduk padanya. Mereka tidak akan merengek-rengek minta fasilitas mahal hanya utk mendongkrak kepercayaan diri mereka karena telah ada rasa cukup dalam diri mereka atas ketaqwaan dalam hati yg telah diajarkan kedua orang tuanya sejak dini. saya merindukan generasi itu… di mana ada jiwa-jiwa mus’ab bin umair yg terhunjam walau dalam raga yg tak sama. Atau keteguhan abu dzar al-ghifary, sa’ad bin ubadah, bahkan kombinasi ketiganya. Saya sangat merindukannya… (cry)  dan kukira kalian pun sama.

Trus, langkah konkretnya gimana dong? Ow ow,, silakan baca sendiri ya di bukunya pak fauzil adhim. Lengkap kap kap kap pokokmen. Mulai dari memilih buku bergizi utk anak dlsb dst. Kalau ditulis di web akan sgt pjg sekali… (goodluck) jd ingat lg kata seorang ustad, “Persiapkan pendidikan anak sejak 25  tahun sblm kelahirannnya!” Untuk anak-anak yg luar biasa, persiapannya tentu tdk biasa. Bersemangat belajar parenting sejak kini! (rock)

« Older EntriesNewer Entries »