KENAPA (PERLU) BELAJAR PSIKOLOGI KEPRIBADIAN…??
. .bismillah (based on Mrs Diana’s course). .
“Buat apa sih, kita belajar psi kepribadian? Oke,,,kita jadi tau kepribadian kita. Lha njuk ngopo? Trus kalau kita tau kita termasuk ektrovert/introvert, sanguinis/melankolis/pragmatis/koleris… lajeng pripun? Just it?”
. .Pertanyaan di atas muncul saat pelajarannya Bu Diana minggu lalu. Setelah tes kepribadian sederhana (u/menentukan tipe kepribadian kita) yang diberikan Bu Diana sblm kelas dimulai. Hahaha,,,ada yg ucul ternyata. Berdasarkan hasil tes tsb, nilai rata2 keterbukaan seseorang adalah 20 sedangkan skor uzzy adl 46! wuuuussshhh,,,sgt extrovert, mgkn kluw dyZ bakalan bilang “tak punya privasi“. Tp klu kata Galih kmrn,itu cuma pengaruh hormon (???). Yah, smwg yg bener omongan e Galih meskipun ngambang maksudnya, lha wong saia juga merasa msi punya area pribadi yg hny diri saia n Allah saja yg mengetahui (mode ‘berdalih’ on). .
. .back to the personality psy. Stlh tes itu,,,saia jadi bertanya2 knapa c kita butuh bljr ttg kepribadian? msa c 1 semester bljr macem2 kepribadian thok?? Lha njuk pripun stlhnya?? udah gt ajjah. .??
. .Nhaaaa,,,sepertinya Bu Diana bisa membaca pikiran saia. maklumlah, satu almamater gietoh! (ha njuk ngopo ngono??) Trus Bu Diana ngendika:
“Kemarin saya dan Bu Shofi didatangi ibu2 yang bingung. Putrinya mencoba bunuh diri tapi gagal (Loh,gagal bunuh diri malah bingung?? pengen anaknya berhasil suicide ya, Bu?? –red). Jadi critanya, si anak habis ditinggalkan sang kekasih. Lalu menenggak berpil-pil obat yg membuatnya OD. untunglah tidak sampai meninggal………(dst–red)”
Intinya… si anak lalu masuk rumah sakit yg kata mas firman adlh rumah menuju sehat. Nhaaa,,, Bu Diana n Bu Shofi awalnya mempunyai prejudice kalau si anak ini pastilah introvert. Tapi…. tak terduga n tak tersangkakan oleh siapa2,,, ternyata tidak, Saudara2. setelah ngobrol2 dgn sang ibu… diketahuilah kalau ternyata si anak gadis adalah tipe extrovert. Dan aksi percobaan bunuh dirinya adalah ekspresi kemarahannya. Dan dari ibunya pula, didapatkan informasi bahwa ternyata bapaknya si anak (suaminya si ibu) adlh seorang betrayer (selingkuh–na’udzubillahi mindzalik!–red). Selain itu,,, si anak adlh tipikal gadis ceria n terbuka biasanya. Bukti yg memperkuat hasil analisa bu shofi feat. bu diana klw si anak adlh seorang extrovert. Dari analisa itu pula, akhirnya 2 dosen tercinta di psikologi itu memutuskan u/ memberikan treatment yg sesuai dgn distress symptom-nya org2 extrovert (bc: marah).
Dari penjelasan bu diana itulah uzzy menarik kesimpulan,,, salah satu tujuan mempelajari psi kepribadian adl agar kita dpt memberikan treatment yang tepat pada seseorang sesuai dgn kepribadian dan kebutuhannya. seperti kasus anak gadis di atas tadi. tentunya, setelah mengetahui secara pasti kepribadian si anak, treatment yg diberikan pun akan sesuai dgn kebutuhannya. coba bayangkan, misalnya bu diana n bu shofi tdk menindaklanjuti prejudice mereka ttg ke-introvert-an si gadis, dan tetap mempertahankan prasangka mereka kalau tindakan si gadis adlh bentuk depresi seorang gadis introvert. Tentu treatment yg diberikan akan melenceng dari kebutuhan si gadis, bukan meredakan amarah..justru meng-up-kan self esteem (harga diri) si gadis. padahal si gadis sedang tdk butuh penaikan harga diri. Untungnyaaaa,,, Bu Diana n Bu shofi sudah ahli. jadi treatment yang diberikan pas u/ si gadis….^^
Itu baru salah satu manfaat mempelajari psi kepribadian s.d. pertemuan ke-2 kmrn. yah,,,smwg semakin byk ktemu bu diana,,,smkn byk pengetahuan ttg kepribadian yg uzzy dpt. untuk kemanfaatan ummat….^^
PertamaXZ!!
diriku juga beljar seperti itu,, tapi buat nge-treatmen komputer,, bukan manusia,,, hehehe
saya juga. Tapi buat ngetreatment ekonomi masyarakat. Keduax.
. .yah,,intinya setiap apapun itu,,akan lbi trep kita men-treatment-nya jika kita kenal baik dgn ‘apapun’ tsb kan….?? ^^
bersemangat tmand2! dunia kita berbeda, namun ada al-uswah yang senantiasa mempersatukan kita….^^
bagaimana cara tahu seorang anak extro / intro dan sangu/melan/pragma/koler?
saya pernah pas ada acara upgreding dites pakai buku yang bisa untuk ngukur apa se2orang itu sangu/melan/dll, apa pakai itu valid mbak? kalo valid saya ternyata koleris dan melankolis…
dan apa watak dasar itu bisa berubah dengan seiring bertambahnya usia?
@zizdont:
. .Bgini dek zizdont… salah satu cara yg dpt kita lakukan u/ memprediksi kepribadian seseorang adlh dengan mengamati perilaku (behavior) org tersebut. Orang yg extrovert cenderung gemar ngemeng sementara si introvert cenderung lbii suka diam. Saia katakan cenderung karena sifatnya gag mutlak, blun tentu orang yg ceriwis itu ekstrovert dan sebaliknya. Seperti itu.
Namun… apakah prediksi kita dari hasil pengamatan pd orang ybs selalu valid? Ternyata tidak, saudara2…. Sangat mungkin sekali terjadi ketidakakuratan hasil pengamatan.
Nhaaa…karena kalau hanya mengamati perilaku kesehariannya saja sangat memungkinkan terjadi bias penilaian krn subjektivitas maupun keterbatasan observer….makanya diperlukan tes psikologi yg ilmunya disebut psikodiagnostika yg diampu oleh Pak Haryanta…(halah)
InsyaAllah hasil tes psikologi validitasnya lbii tinggi drpd pengamatan aktivitas sehari-hari saja, krn tes-tes psikologi memiliki standar2 khusus dlm penetapan kriteria kepribadian. .
.
next. u/ menentukan hasil tes kepribadian itu valid atau tidak… wah, panjang jhe. Lbii baig tesnya di Unit Konsultasi Psikologi UGM aja dek, fakultas psi UGM… insyaAllah valid sekalii. halah.
Baiglah, akan saia coba meringkasnya… smg jelas yaa. Validitas intinya adalah seberapa jauh alat ukur mengukur apa yg diukur, tepat atau tidak. Misalnya… kalau kita ingin mengukur kecemasan,apakah memang sudah benar alat ukurnya atau jgn2 malah pk alat u/ mengukur depresi. Seperti itu.
Lbii jauh, validitas tidak diukur dgn rumus tapi dgn konsep, yg meliputi validitas tampang, val isi, val konstruk, val kriteria. Dan yg perlu diperhatikan dlm validasi adalah… apakah sample (yg diukur) representatif dan bebas dari hal2 yg irrelevant misalnya ngisinya gag jujur (bohong). Nhaaa… lha tes yg njenengan ikuti itu gmn dek? i mean, sudah bnar blun alat ukurnya? (u/ tahu jawabannya silakan datang ke UPAP Fak Psi UGM, hhehee…) Lbii jauh, bagaimana dgn dek zizdont sndr? Ketika mengerjakan tes… moodnya sedang terganggu gag? Kira-kira seperti itu. Jelas nggih, dek…
.
Menurut Allport… kepribadian adalah sebuah organisasi DINAMIS di dalam sistem psikis dan fisik individu yg menentukan karakter perilaku dan pikirannya (efek quiz psi kepribadian, nih…jadi apal. hhehee…). Nhaaa…kalau kita merujuk pada pengertian kepribadian mnrt Allport tsb, kepribadian sangat mungkin sekali u/ berubah. Faktor pendukungnya macam2…bisa krn lingkungan (nurture), bisa pula krn event traumatis maupun perubahan sistem syaraf orang ybs. Misalnya… kisahnya seorang pekerja konstruksi rel KA yg diabadikan di buku psi umum. Kepribadiannya berubah sama sekali begitu ia mengalami kecelakaan di mana sebatang logam panjang menembus kepalanya. Otaknya rusak… tp dia berhasil survive. Akibat kerusakan otak tsb… kepribadiannya pun jadi berbeda. .
.
Bgitu, dek Ar… eh dek Zizdont. Smwg bermanfaat…^.^
-life long learning-
hmmm, oh begitu ya….
panjang ternyata penjelasannya, dong aku sekarang.
dek Ar siapa maksudnya?, thuthuki mbak uzik… XD
makasih mbak telah menjawab pertanyaan saya…
jzkllah.
@zizdont: dek Ar…ziz dona satria og…. hhehee….^.^v
heh… calon dokter og gemar nuthuk2i orang, gag di plurk gag di web sama saja. njuk pasienmu sesuk py dek…?? -.-”
Tolong saya,….
pertolongan seperti apa ya yg anda butuhkan dan mampu saya berikan?
penting banget laah belajar Psikologi kepribadian
soalnya kepridadian itu membentuk diri ita
pribadi yang sehat membntuk jiwa yang sehat juga