uzzy.web.id

Menembus Batas Semesta Kata

THE GREAT MOTHERS OF THE GREAT PEOPLE

July29

“Di belakang tokoh yang mulia pasti ada wanita mulia”


Sebuah pepatah klise yang tak terbantahkan. Ingatkah kawan, tentang kekuatan hafalan Anas bin Malik, kedermawanan Urwah bin Zubair, keshalihan Hasan Al-Bashri, kejeniusan As-Syafi’i, dan keadilan Umar bin Abdul Aziz? Ternyata, peran utama yang menghantarkan mereka menjadi orang istemewa adalah sosok ibunda. Tak jauh berbeda dengan kisah para mujahid yang melalui asuhan tangan-tangan ibunda mereka, panji-panji Islam tetap berkibar.

>> Anas ibnu Malik

Beberapa keutamaan Anas ialah nikmat Allah padanya yang berupa usia yang panjang, anak yang banyak, harta berlimpah, dan ilmu yang luas. Allah mengaruniakan padanya usia yang mencapai 103 tahun, ratusan orang keturunan, menjadi orang Anshar terkaya, dan menjadi salah satu sumber ilmu bagi para ulama. Anas merupakan salah satu dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi. Ia menjadi rujukan ulama-ulama hebat sepanjang sejarah, misalnya Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin, Asy-Sya’bi, Abu Qilabah, Umar bin Abdul Aziz, Tsabit Al-Bunani, Qatadah As-Sadusi, dll.

Di balik kehebatan Anas, andil keistimewaan sosok Ummu Sulaim tak dapat dinafikan. Ummu Sulaim merupakan sosok wanita yang cemerlang akalnya, penyabar, dan pemberani. Kecintaannya pada Rasulullah tak diragukan lagi, ia menyerahkan Anas bin Malik yang masih berusia delapan tahun sebagai hadiah untuk Rasulullah. Dialah sosok yang tak meminta mahar apapun dari Abu Thalhah kecuali keislamannya. Wanita ini pulalah yang dengan kecerdasan dan kebijaksanaannya memberitahukan kematian Abu ‘Umair, putera tercinta, kepada Abu Thalhah hingga suaminya itu menerimanya dengan tabah. Keberanian Ummu Sulaim dibuktikan dalam perang Hunain dan perang Uhud. Ummu Sulaim juga meriwayatkan empat belas hadits Rasulullah, satu di antaranya muttafaqalaih. Dari Jabir r.a, Rasulullah SAW bersabda, “Ketika aku masuk jannah, tiba-tiba aku melihat di sana ada Rumaisha’ (julukan Ummu Sulaim—red), isteri Abu Thalhah.” (HR Al-Bukhari)

>> Urwah bin Zubair

Urwah tak seberuntung kakaknya, Abdullah bin Zubair, yang sempat melihat Nabi. Namun begitu, Urwah merupakan tabi’in yang luar biasa. Ia terkenal sebagai salah satu dari tujuh fuqaha’ Madinah yang terkenal akan keilmuan, kezuhudan, dan ketakwaannya. Urwah juga menjadi salah satu penasihat pribadi Umar bin Abdul Aziz ketika menjabat sebagai gubernur Madinah. Ia adalah seorang hafidz dan faqih yang rajin berpuasa, bahkan ketika ajal menjemput pun ia dalam keadaan shaum. Ia mengkhatamkan seperempat Al-Quran setiap harinya, selalu bangun malam kecuali pada malam ketika kakinya diamputasi. Pada malam pengamputasian kaki karena kanker kulit yang dideritanya, Urwah juga mendapat cobaan lain yaitu meninggalnya salah satu putera kesayangannya. Namun begitu, Urwah tidak mengeluh sedikitpun bahkan ia justru mensyukurinya,”Segala puji bagimu, ya Allah, mereka adalah tujuh bersaudara yang satu di antaranya telah Kau ambil namun Engkau masih menyisakan enam bagiku. Sebelumnya aku juga memiliki empat anggota badan, lalu Kau ambil satu daripadanya, dan Kau sisakan yang tiga bagiku. Meski Engkau telah mengambilnya, namun Engkau jualah pemberinya, dan meski Engkau telah mengujiku, namun Engkau jualah yang selama ini memberiku kesehatan.”

Siapa kah sosok mulia yang mewariskan kemuliaan dalam diri Urwah? Dialah Asma’ binti Abu Bakar, wanita yang berkarakter tabah, berani, dermawan, dan bijaksana. Dialah yang menenangkan kakeknya (ayahanda dari Abu Bakar r.a) dengan batu bertutup kain tatkala Abu Bakar membersamai hijrah Rasulullah ke Mekkah tanpa meninggalkan harta sepeser pun. Dialah yang memiliki julukan dzatun nithaqain (yang punya dua ikat pinggang) karena memberikan ikat pinggangnya untuk membantu hijrah Rasulullah.

Zubair bin Awwam, salah seorang asratul kiraam sekaligus suami Asma’ mengakui sifat mulia lainnya yang dimiliki Asma’ yaitu penyantun,”Aku tak pernah melihat wanita yang lebih penyantun dari Aisyah dan Asma’ namun sifat santun mereka sedikit berbeda. Kalau Aisyah, maka ia mengumpulkan uangnya sedikit demi sedikit, baru setelah terkumpul ia bagi-bagikan. Sedang Asma’ tak pernah menyimpan sesuatu untuk esok hari.” Sebagaimana ibunya, Urwah pun terkenal sebagai sosok yang dermawan. Ia memiliki kebun kurma yang senantiasa ia buka untuk umum jika tiba musim ruthab (kurma setengah matang yang masih lunak, makanan favorit mayoritas masyarakat Arab—red). Ia membiarkan orang-orang makan dan membawa pulang kurma itu sepuasnya.

>> Al-Khansa’, Ibunda Para Mujahid

Dialah ibunda dari empat mujahid dalam perang Al-Qadisiyyah. Keempat buah hatinya ia relakan menjadi pejuang-pejuang penegak panji Islam di muka bumi. Kecintaannya pada sang buah hati mengantarkan keempatnya menuju kemuliaan mati syahid.

Terdorong oleh ibundanya, keempat putera Al-Khansa’ pun maju ke medan perang dengan gagah berani. Salah seorang puteranya bersyair tatkala menyerang musuh, “Ibunda adalah wanita yang hebat dan tabah, pendapatnya sungguh tepat dan bijaksana. Ia perintahkan kita dengan penuh bijaksana, sebagai nasihat yang tulus bagi puteranya. Majulah tanpa pusingkan jumlah mereka, dan raihlah kemenangan nyata. Atau kematian yang sungguh mulia, di jannatul Firdaus yang kekal selamanya.”

Tatkala mendengar kabar gugurnya keempat buah hati, Al-Khansa’ tabah dan berkata,”Segala puji bagi Allah yang memuliakanku dengan kematian mereka. Aku berharap kepada-Nya agar mengumpulkanku bersama mereka dalam naungan rahmat-Nya.”

Sungguh luar biasa andil seorang ibu bagi anak-anaknya. Tokoh-tokoh besar tak lahir dari batu berbelah. Dari rahim para ibunda yang luar biasalah mereka lahir di dunia. Melalui akhlak mulia dan keteladanan ibunda, mereka belajar menjadi orang besar. Maka untuk menjadi ibunda bagi anak-anak yang berakhlak mulia, sudah sepantasnya bagi para akhwat untuk memuliakan akhlaknya. Untuk menjadi ibunda bagi mujahid-mujahid tangguh, sepatutnya bagi akhwat untuk mempersiapkan fisik maupun mental sejak kini. Seperti halnya kisah seorang ummahat anggota dewan legislatif Indonesia. Sejak dini, ia memilih untuk tak mengkonsumsi makanan cepat saji dengan alasan demi kesehatan rahimnya karena dari sanalah akan lahir jundi-jundi Allah. Maka benar saja, anak-anaknya menjadi sosok-sosok yang cemerlang akalnya. Allahu a’lam bis shawab.

~uzzy~

(sumber: Ibunda Para Ulama, Sufyan bin Fuad Baswedan, Wafa Press, 2008)

SISI LAIN “TEH”

July20

.bismillah.

.

Buat penggemar teh, sebaiknya baca artikel ini. Buat yang bukan penggemar teh, juga dianjurkan baca biar tdk terjerembab dalam jurang kegelapan si minuman segar ini (halah).

Teh terkenal sbg minuman warisan Kekaisaran China, masyhur akan manfaat dan kelebihannya. Misalnya, kandungan polifenol yg bersifat antioksidan yg berefek protektif bagi tubuh. Polifenol ini dapat berfungsi sbg pencegah pengapuran pembuluh darah di jantung. Ini berarti teh dapat mencegah penyakit jantung. Teh juga ditengarai dapat mencegah penyakit kanker karena efek antioksidatif dari polifenol dan efek antiproliferatif dari catechin dalam teh (hasil penelitian klinis).

Namun bin tetapi… ternyata oh ternyata, teh juga bisa menjadi momok bagi tubuh kita! Terutama kalok diminum  sehabis makan (haiyooo…siapa yg suka jajan makanan besar dgn ditemani segelas es teh atau teh anget? (evilsmirk) ). How come anyway?

Selain polifenol, teh juga mengandung tanin yg hobinya menghambat pembentukan hemoglobin (Hb). Seperti yg kita tau, kekurangan Hb dpt menjadi penyebab penyakit anemia (kekurangan darah). Efek lebih jauh, anemia membuat orang mudah lelah, tenaga lemah, dan daya lupa tinggi. Kalok buat ibu hamil, rendahnya kadar Hb bisa mengganggu proses persalinan dan menyebabkan bayi yang dikandungnya berbobot rendah. Bagi balita dan anak-anak, minimnya Hb bisa berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan mereka.

Berdasarkan penelitian tim periset dari Bagian Kesehatan Ibu dan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Mei 2000, mereka yang suka nge-teh sehabis makan mengalami penurunan drastis kandungan zat besi, terlihat dari rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah mereka. Riset dari Undip ini memperkuat hasil penelitian para periset di Barat, T.A.Morck, S.R. Lynch, dan J.D. Cook, yang pernah dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada 1983. Menurut riset itu, minum teh paling tidak sejam sebelum atau setelah makan akan mengurangi daya serap sel darah terhadap zat besi 64% akibat zat tanin. Dan ternyata, pengurangan daya serap akibat teh ini lebih tinggi daripada akibat sama yang ditimbulkan oleh konsumsi segelas kopi usai makan (panic) . Kopi, menurut riset itu, mengurangi daya serap hanya 39 persen.

Lebih jauh, si Tanin ini getol sekali memengaruhi penyerapan zat besi dari makanan, terutama yang masuk kategori heme non-iron, misalnya padi-padian, sayur-mayur, dan kacang-kacangan. So, termasuk di dalamnya nasi yg notabene sbg makanan pokok kita. Makanya, bener juga kata seorang penulis yg pernah nulis artikel (’afwan lupa sumbernya, yg jelas uzzy baca pas kelas 3 SMA di mapel bahasa indonesia) kalok salah satu penyebab penduduk indonesia kurang gizi  n minim intelejensi adl kebiasaan minum teh! Secara kita sukanya minum teh abis maem, ya jgn salahkan siapapun kalok byk zat2 dlm makanan yg kita konsumsi hny numpang lewat saja dlm tubuh.

Lalu kenapa Jepang yg juga terkenal dgn upacara minum tehnya tetap pinter2 ya, masyarakatnya? Ouch, ternyata mereka memang pintar, sodara2. Jadi kebiasaan minum teh di jepang maupun china itu dilakukan (biasanya) pagi atau sore hari dgn menu pendamping berupa biskuit ringan (bukan nasi, mie ayam, bakso, sayur, atau yg bukan biskuit). Bahkan ada kalanya tanpa menu pendamping alias murni ngeteh tanpa ngemil.

Lalu solusinya apa? Masa iya mau maem tanpa minum? Minum air putih thok kurang mantab… katanya c gitu. Kalok saya c mantap2 saja menenggak air jernih itu. Buat yg kurang mantab dgn air putih, disarankan mengganti teh kegemarannya dengan air jeruk! Air jeruk memperbesar penyerapan zat besi bila dibandingkan dengan minum es teh. Kenapa? Karena, vitamin C rupanya memperbesar penyerapan zat besi oleh tubuh. Kata Dr. J.C. Susanto, Sp.A. (K), salah satu dokter tim riset Undip, c gt.

Buat yg bnr2 gak bisa menjalani hari tanpa teh, ada tipsnya juga nih biar bisa ngeteh dgn sehat! Yaitu, minum  teh pd pagi atau sore hari krn teh akan berefek baik bagi tubuh bila dikonsumsi pada pagi dan sore, disertai karbohidrat dan protein, misalnya roti dan biskuit. Kiat lain, ya, dgn memberikan jeda minum teh setelah makan, misalnya dua jam setelah makan. Jeda itu diperlukan karena rentang waktu itu diperkirakan cukup bagi usus 12 jari dan usus halus bagian atas untuk melakukan proses penyerapan makanan. Jadi, boleh-boleh saja menyeruput teh kapan pun, asal tidak setelah makan. Bgitu kata anggota tim riset Undip lainnya. Bgitu…

So, MARI NGE-TEH DENGAN SEHAT! :D

.

MENILIK BALIK KABAR JUGUN IANFU….T__T

April12

. .bismillah. .

 

.

[tulisan ini saya adopsi dari tugas reviu jurnal psi abnormal semester 2]

Jugun ianfu, istilah jepang yang ditujukan pada para perempuan budak seks tentara jepang pada masa-masa perang. Dalam bahasa inggrisnya, biasa dikenal sebagai comfort women. Ya, maksudnya wanita-wanita pemuas nafsu bejat tentara Dai Nippon dulu. Di Indonesia sendiri, terdapat sekitar 1500 wanita eks jugun ianfu. Kebanyakan sudah berusia lanjut, sebagian sudah ada yang wafat.

.

Pada masa kependudukan jepang di Indonesia dulu, terdapat banyak kamp-kamp penampungan yang digunakan sebagai jianjo (rumah bordil) yang tersebar di seantero penjuru negeri. Wanita-wanita penghibur yang dipekerjakan di sana adalah penduduk pribumi yang mana dijebak sehingga mereka berada di tempat mengerikan itu. Para jugun ianfu umumnya berusia belasan tahun ketika pertama kali memasuki jianjo, bahkan banyak yang belum mengetahui cara berhubungan seksual. Mereka menjalani perekrutan biadab, ada yang ditawari dibohongi akan diberikan kesempatan sekolah atau pekerjaan namun sejatinya hanya akan dijadikan wanita penghibur, ada pula yang langsung diseret ke jianjo tanpa penjelasan apapun. Bahkan, ada yang diperkosa terlebih dahulu oleh tentara jepang sebelum dijadikan jugun ianfu

.

Salah seorang jugun ianfu adalah Mardiyem. Ia dijadikan budak seks tentara jepang ketika berusia 13 tahun. selama di jianjo, tak jarang Mardiyem mengalami penyiksaan fisik berupa tendangan maupun pukulan ketika menolak ajakan tentara biadab itu. Bahkah, Mardiyem sempat hamil 5 bulan yang terpaksa digugurkan. Perutnya ditekan hingga janin dalam kandungannya meloncat keluar, kejer-kejer sebentar, lalu meninggal. Akibat dari proses aborsi itu kandungan Mardiyem rusak dan ia tak bisa menghasilkan keturunan.

.

Jugun ianfu tak hanya mengalami kekerasan fisik selama berada di jianjo. Mereka juga mengalami siksaan psikologis dan ekonomi. Kekerasan fisik yang dialami oleh jugun ianfu berupa pemerkosaan. Pemerkosaan yang terjadi meliputi staturatory rape (pemerkosaan pada perempuan di bawah usia legal), battering rape, force only rape, dan obsessive rape. Siksaan psikologis terjadi manakala ruang gerak mereka dibatasi. Tentara jepang menyediakan petugas khusus yang mengatur pembagian tamu dan jatah makanan, mengawasi keadaan kamp-kamp pengungsian setiap hari, serta menangani penyediaan dokter yang memeriksa kesehatan jugun ianfu setiap pekan. Sayangnya, dokter-dokter itu seenaknya saja dalam melakukan pemeriksaan kesehatan, tak jarang melakukan perbuatan tak senonoh pada para korban. Kekerasan ekonomi terjadi saat jepang kembali menyalahi janjinya, yaitu akan memberikan penghasilan yang layak pada para korban namun lagi-lagi, tak pernah ditepati.

.

Dampak nyata dari kekejian tindakan jepang ini adalah rusaknya organ dan fungsi reproduksi sebagian mantan jugun ianfu karena dipaksa berhubungan seksual pada usia remaja awal ataupun ketika organ seksualnya belum siap difungsikan. Sedangkan dampak psikisnya adalah timbulnya reaksi ekspresif seperti rasa cemas, takut, tegang, marah, dan menangis. Setelah menjadi mantan jugun ianfu pun masih mengalami dampak pemerkosaan di jionju, misalnya kenangan traumatis. Pengalaman traumatis yang mereka alami memengaruhi kekuasaan (power), kepercayaan (trust), harga diri (self-esteem), dan kedekatan (intimacy) mereka. Contoh konkretnya adalah adanya rasa takut dan cemas, kesulitan dalam penyesuaian sosial, dan ketidakpuasan seksual. Para korban juga kesulitan membangun hubungan dan kepercayaan dengan lawan jenis. Hal ini dikarenakan adanya evaluasi diri negatif dalam diri mereka. Mantan jugun ianfu juga cenderung merasa was-was terhadap lingkungan baru maupun orang asing. Selain itu, mereka juga dihantui mimpi buruk dan ingatan (flashback) seputar jianjo.   

.

Yang semakin memililukan, pemerintah jepang kini “cuci tangan” dari urusan ini. Tak ada pertanggungjawaban sedikitpun terhadap eks jugun ianfu. Bahkan, PM Shinzo Abe membantah kalau hubungan seksual antara tentara jepang dan jugun ianfu dilakukan secara terpaksa. Menurutnya, para jugun ianfu melakukannya dengan sukarela. Lalu… manakah yang lebih masuk akal, seorang yang membelot dari kebenaran atau 1500an wanita berbohong beramai-ramai terhadap satu peristiwa?

.

Allahu a’lam bish shawab.

For all ex-jugun ianfu, may God bless u!!

Newer Entries »