Andai Saja Seperti Ini, Mungkin Akan Seperti Itu
Andai…
Setiap wanita sadar akan perannya kelak sebagai sumber pendidikan utama anaknya
Mungkin…
Tak akan ada lagi gosip murahan maupun sinetron picisan di layar kaca, ratingnya anjlok karena mayoritas penontonnya lebih memilih buku-buku semacam Positive Parenting karya Ust Fauzil ‘Adhim. Mereka mengerti, bahwa apapun yg mereka lihat dan dengar akan memengaruhi paradigma yg secara langsung/tidak juga berimbas pada pembentukan mind set anaknya
Andai…
Setiap wanita faham bahwa dari rahimnya lah akan lahir sosok satria atau onggok pengecut
Mungkin…
Mulai detik ini tak akan ada lagi junk food yg melewati tenggorokan, pemikiran jahat yg meracuni pikiran, pun malas yg melemahkan fisik dan menumpulkan hati. Mereka persiapkan hati-pikiran-fisik sejak 25 tahun sebelum kelahiran buah hati tercinta… karena memilih opsi pertama
Andai…
Setiap wanita mengerti bahwa kata menjadi sangat bermakna untuk perkembangan moral anaknya
Mungkin…
Hanya (akan) ada kosa kata positif yg terdengar dalam rumah-rmah yang nantinya merambah di masyarakat, negara, bahkan dunia. Mereka sadar bahwa sosoknya adalah teladan untuk anaknya yg sedikit kesalahannya bisa dijadikan pembenaran untuk mereka. Seperti apa yg ditorehkan Jack Canfield dlm bukunya The 2nd Helping of Chicken Soup for The Soul, bahwa Ada Mata yang Selalu Mengawasimu. Mereka tahu bahwa ada penggemar terbesar dalam lingkup terdekatnya yg mengimitasi bahkan mengidentifikasi sosoknya, anaknya
Andai…
Setiap wanita bercita-cita menjadi ibu rumah tangga –tidak masalah baginya pekerjaan sampingan sebagai guru/dokter/pengacara/dose
Mungkin…
Tak akan (lagi) ada cerita anak-anak yg menderita krn kurang kasih sayang dari ibunya, semacam cerita ibu dosen Ira ttg pelecehan seksual baby sitter thd anak asuhnya apalagi kisah Arie Hanggara
Andai…
Setiap wanita berani menjadi bunda hebat bagi para pejuang Islam yg dahsyat
Mungkin…
Tidak (akan lagi) ada ragu untuk belajar menjadi profil luar biasa bagi anak-anaknya. Melalui cinta, kasih sayang, pendidikan, dan orientasi jangka panjang… spesial untuk anak-anaknya. Ya, anak-anak… bukan sekedar anak
Andai…
Setiap yg kuandaikan di sini adalah nyata
Mungkin…
Kemungkinan-kemungkinan yg kutulis akan menjelma realita
~awal 1/3 malam terakhir, 6 syawal 1430H~
rendezvous dan kebersamaan penuh cinta dgn mereka yg senantiasa kurindukan…
Ya…
Seandainya bener2 seperti itu, maka kemungkinan tak akan seperti ini…
Tulisan mendalam sekaligus mencerahkan.
Sayangnya tak mudah untuk mengubah ini jadi itu atau sebaliknya.
arie hanggara
,,, temennya Yoga Hanggara kah?? eh,,dk uzzy,, kok tempatmu bagus e emote2nya,,, gimana caranya???
lama nian tidak mampir kesini.
@ pak marsudi: nothing’s impossible, impossible’s nothing!
.
@ mas fajar: heheee…mungkin ya mas
utk emote2an dan disain2an, tanyalah pada mas yg (mungkin) saudaranya arie hanggara itu.. 
.
@ mas kersndulz: udah lama gak mampir, kalk ketemu juga diem aja *sigh*
.
@ semua2: semoga makna dari sekelumit tulisan saya di atas tdk terdistorsi oleh gaya bahasanya. dan semoga termasuk salah satu usaha mengingatkan akhwat terutama saya sendiri, krn dimensi tulisan saya adalah masa depan bukan penyesalan thd apa yg sudah terjadi …^^v
amin..
smoga tak hanya lisan saja yang berucap..
namun hati juga..
let’s do!
ingatlah bahwa jutaan kilometer langkah perjalanan, apapun itu..
selalu dimulai dari satu langkah pertama..
tambahan,
jangan sampai terlena dengan facebook..
ingatkan kenapa MUI kemarin sempat mengharamkan facebook?
kan calon bunda yang super. hehe..
ayo calon bunda super!
teruslah berjuang!!
Jangan suka berandai-andai lah
saya naksi sama templatenya… agenda online ya?
@mastuing:
(lagi) semoga makna dari sekelumit tulisan saya di atas tdk terdistorsi oleh gaya bahasanya. dan semoga termasuk salah satu usaha mengingatkan akhwat terutama saya sendiri, krn dimensi tulisan saya adalah MASA DEPAN bukan PENYESALAN thd apa yg sudah terjadi …^^v
.
@majron sakera:
heheee… begitulah mas majron sakera…
wah dri SMP pe skrang tetep ja puisinya bguz,,bguz,,
bwatin dunk,hehehehe