uzzy.web.id

Menembus Batas Semesta Kata

MENDENGARKAN bukan MENDENGAR

June6

.bismillah.

.

teringat saya akan omelan ibu guru fisika SMP saya dulu pada seorang teman sekelas saya, yg ketika ditanya oleh beliau ia tdk mampu menjawab dengan alasan tidak dengar penjelasan bu guru barusan.

“Nggak dengar katamu? BOHONG !! saya yakin kamu mendengar suara saya. tapi kamu tidak MENDENGARKAN !!”

.

begitu kira2 ungkapan kekesalan bu guru yg memang terkenal killer kala itu.  tp di sini saya tidak akan membahas bu guru, sebatas esensi omelan beliau: mendengarkan. satu kata sederhana. yg ternyata butuh effort juga dalam perealisasiannya. karena mendengarkan, tidak pernah sama dengan mendengar. sebagaimana memahami yg berbeda arti dengan mengetahui. bahkan (mungkin karena) saking besarnya makna “mendengarkan” ini, sampai2 dosen psi klinis saya acapkali mengingatkan mahasiswanya:

“Kesalahan yg paling sering dilakukan konselor atau klinisi itu adalah mispersepsi. mereka acapkali menganggap setiap klien yg datang kepada mereka adalah dalam rangka mencari solusi yang berupa advice dari konselor. padahal tidak jarang, klien datang hanya untuk didengarkan saja. bukan minta nasihat ataupun treatment. hanya didengarkan. dan klien sudah sangat merasa terbantu karenanya.”  

belakangan saya mendapatkan banyak hikmah dari aktivitas mendengarkan. bahwa dengan mendengarkan, kita bisa jadi paham. memahami kondisi orang lain. bahwa dengan mendengarkan, kita bisa mengerti banyak hal yang tadinya sama sekali tidak kita ketahui. dan sebaliknya.kita pun bisa tahu bahwa orang yang tidak mau mendengarkan dan justru membangga2kan dirinya sendiri saat orang lain bercerita padanya agar orang lain itu tahu bahwa dia lebih hebat, ah sama sekali hal itu tidak mengasyikkan. membosankan. dan membuat malas untuk bercerita lagi padanya.

sebagaimana ust salim a fillah pernah mengaksarakannya di dunia maya tentang hal ini (saya mencoba napak tilas statusnya kok gak ketemu2 (doh) ). pernah juga saya menemukan tulisan semacam ini saat berselancar di dunia maya:

Tahanlah diri jika seseorang menceritakan dirinya sendiri, tak perlu ikut sibuk menceritakan diri kita sendiri agar tampak lebih dari dia. Biarlah dia bahagia dengan ceritanya..   :)

benarlah kiranya, ungkapan yang berbunyi

“Tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut bagi kita, agar kita lebih banyak mendengarkan daripada bercakap.”

Allahu a’lam bis shawab

P.S. :
terima kasih kepada teman2 yg mempercayakan kisahnya untuk saya dengarkan dan berkenan mendengarkan kisah saya. 3 S ya… “Saudara Sampai Surga” ;)

Email will not be published

Website example

Your Comment:

:-)) :-) :D (LOL) :-P (woot) ;-) :-o X-( :-( :-& (angry) (annoyed) (bye) B-) (cozy) (sick) (: (goodluck) (griltongue) (mmm) (hungry) (music) (tears) (tongue) (unsure) (highfive) (dance) (blush) (doh) (brokenheart) (drinking) (girlkiss) (rofl) (money) (rock) (nottalking) (party) (sleeping) (thinking) (bringit) (worship) (applause) 8-) (gym) (heart) (devil) (lmao) (banana_cool) (banana_rock) (evil_grin) (cry) (headspin) (heart_beat) (ninja) (haha) (evilsmirk) (eyeroll) (bigeyes) (funkydance) (idiot) (lonely) (scenic) (hassle) (panic) (okok) (yahoo)