SEKEPING RINDU UNTUK TUHANKU
.bismillah.
dan ternyata. tinta takdir telah mengering, menorehkan kisah ttg malam ini… yg penuh air mata. saya tidak bisa berhenti menangis! yg saya bahasakan sbg rindu pada-Nya… yg termakna dalam bingkai yg terlalu sederhana. bahkan utk menafsirkan rindu, saya tak mampu..:(
… Wahai yang Menciptakan cinta kasih di seluruh kalbu hambaNYA, Engkau Menghendaki aku mencintaiMU wahai ALLAH, wahai yang Menciptakan lidah saling menyebut nama-nama hambaNYA, Engkau Menghendaki aku menyebut NamaMU wahai ALLAH, wahai yang Menciptakan segala yang indah, keindahan yang terlihat dan yang tak terlihat, keindahan yang terdengar dan tak terdengar, keindahan yang terucapkan dan tak terucapkan, keindahan yang terasa dan tak dapat dirasa, keindahan yang diketahui dan yang tak diketahui, keindahan yang tersaksikan dan yang tersembunyi, semua keindahan itu berasal dari KeindahanMU wahai ALLAH, maka betapa Indahnya Engkau, betapa Lembutnya Engkau.
Maka wahai Pencipta Keindahan, wahai Pencipta Kelembutan, wahai Pencipta Kasih sayang, sebagaimana Engkau Perlihatkan keindahan yang ada pada makhlukMU, sebagaimana Engkau Perlihatkan kelembutan yang ada pada makhlukMU, sebagaimana Engkau Perlihatkan kasih sayang yang ada pada makhlukMU, maka Perlihatkan padaku KeindahanMU wahai ALLAH, Perlihatkan KelembutanMU wahai ALLAH, Perlihatkan Kasih SayangMU wahai ALLAH, walau hanya berupa harapan, walau hanya berupa sangkaan, walau hanya berupa khayalan, walau hanya berupa kerinduan, walau hanya berupa keinginan, walau hanya berupa airmata, walau hanya berupa Pemberian, walau hanya berupa lamunan, walau hanya berupa Kemudahan, walau hanya berupa Pertolongan, asalkan aku mengetahui bahwa itu datang dari KelembutanMU, datang dari Kasih SayangMU, datang dari KeindahanMU…
Alangkah kecewa hamba yang hanya memiliki harapan, hamba yang hanya memiliki khayalan, hamba yang hanya memiliki lamunan, hamba yang hanya memiliki kerinduan, hamba yang hanya ingin dekat, hamba yang hanya mendambakan kelembutan, hamba yang hanya mendambakan ayoman, hamba yang hanya mendambakan kasih sayang, sedangkan modal semua harapanku hanyalah airmata, apakah ia harus dikecewakan oleh yang Maha tak Mengecewakan…
Alangkah hancur perasaannya kalau kerinduannya ditolak oleh yang Maha tak Menolak kerinduan, alangkah berkeping-kepingnya kecintaannya, bila keinginannya untuk dekat tertolak oleh yang Maha tak Menolak hambaNYA yang ingin dekat, itu semua tak ada pada DzatMU, itu semua tak ada dalam SifatMU, itu semua tak ada pada PerbuatanMU, apalagi yang membuatku tertolak sedangkan Engkau yang Maha Menerima, apalagi yang membuatku tersingkir sedangkan Engkau yang Maha Merangkul, apalagi yang membuatku terjauhkan, sedangkan Engkaulah yang Maha Mendekatkan, salahkah aku merindukanMU, sedangkan Engkaulah yang Menciptakan kerinduanku padaMU, salahkah aku menginginkan dekat padaMU, sedangkan Engkaulah yang Menciptakan keinginanku untuk dekat kepadaMU, salahkah aku merasa tenggelam dalam Samudra KelembutanMU, sedangkan Engkaulah yang Menciptakan perasaan itu dihatiku…?
Wahai ALLAH, wahai yang Menamakan DiriNYA ALLAH, wahai yang Menginginkan NamaNYA dipanggil ALLAH, wahai yang Menginginkan lidahku memanggil DzatNYA dengan panggilan ALLAH, wahai yang Menginginkan aku mengharapkanNYA dengan mengingat Nama ALLAH, wahai yang Menciptakan lidahku bergetar menyebut Nama ALLAH, wahai yang Memberikan kemampuan pada jemariku menuliskan Nama ALLAH, maka dengan KemauanMU kusebut NamaMU ALLAH, dengan KeinginanMU kurindukan Engkau ALLAH, dengan KeinginanMU aku ingin dekat kepadaMU wahai ALLAH, salahkah aku berkeinginan, salahkah aku merindukan, salahkah aku ingin dekat, sedangkan semua getaran kalbuku itu adalah KeinginanMU wahai ALLAH?
Maka sebagaimana Engkau Jadikan cacing merangkak tanpa tangan dan kaki, maka jadikan aku merangkak kepadaMU tanpa hambatan, sebagaimana Engkau jadikan anjing najis bertasbih MensucikanMU, maka jadikan aku pendosa hina yang mendambakanMU, sebagaimana Engkau Jadikan air mengalir menjadi beku, maka Jadikan harapanku mengalir kearahMU dan membeku dipintuMU, sebagaimana Engkau Jadikan gunung batu menjadi debu, maka Jadikan seluruh kesalahanku menjadi debu dihadapan KeagunganMU, sebagaimana Engkau Jadikan bumi perkasa terinjak-injak, maka jadikan hawa nafsuku terinjak-injak kerinduanku kepadaMU…
Sebagaimana Engkau Jadikan Raja berwibawa terkalahkan dan terhinakan, maka Jadikan kesombonganku terhinakan oleh KewibawaanMU, sebagaimana Engkau Jadikan sesuatu yang bergerak menjadi diam, maka jadikan tubuhku yang bergerak berubah diam dari segala yang tak Engkau Redhai, sebagaimana Engkau Jadikan semua yang ada menjadi fana, maka jadikanlah gunung dosa ini fana dalam KelembutanMU, sebagaimana Engkau Jadikan yang tak mungkin menjadi kepastian, maka jadikan semua ketidak mungkinanku untuk dekat menjadi janji kepastian.” – Nukilan indah Murabbina al-Habib Munzir ibn Fuad ibn `Abdurahman al-Musawa ???? ???? ?????
sumber: http://ukhti27.blogspot.com/2009/12/merindukan-allah.html (semoga Allah senantiasa merahmati ukhtina ini, di manapun ia berada)
. fenomena ini byasanya terjadi pada anak-anak dan remaja, tp tak jarang ditemui juga pada orang dewasa (pie to?). Passer dan Smith dalam bukunya Psychology The Science of Mind and Behavior menyebutkan bahwa sleepwalking termasuk dalam gangguan tidur, bersahabat baik dgn si Narcolapsy maupun Sleep Apnea
.
.
. ibu saya yg paling sering mendapati saya me-ngelindur. bahkan ketika tidur syang (walaupun jarang bgt sy tdr syang). mulai dari saya yg tibatiba duduk, lalu ngoceh ini-itu-ini, dalam kondisi melek!
sblm akhirnya rebah lagi
. pernah juga waktu itu ibuk berniat membangunkan saya utk sholat malam, tp malah saya marah2i dan marahnya sama sekali tdk nyambung, tdk ada kaitannya dgn sholat malam dsb. bahkan kata ibuk, wkt itu saya ngomel dalam bahasa indonesia (pdhl byasanya di rumah pake bhs jawa) dan menyebut2 nama teman saya, sedang saya omeli
. yg lebih memalukan, ibu juga pernah memergoki sy bangun dari tidur, tengah malam, lalu cekikikan sendiri dan wkt didekati ibuk, saya rebah kembali
. pernah ketika itu sy tertidur di kursi ruang tamu lalu disuruh ibuk pindah ke kamar. dan adek saya entah krn iseng atau kurang kerjaan menyuruh saya mengambil dompet sblm tdr. dan benar saja, sblm mapan turu saya nguwik-uwik tas saya, mencari-cari dompet lalu membawanya tidur bersama. keesokan harinya baru saya bingung sendiri kenapa bangun2 memeluk dompet. dan saya baru dong stlh adek saya menjelaskan kejahilannya semalam
. dan yg plg memalukan di antara yg plg memalukan adalah pengalaman sy kmrn sore, ketika saya tertidur lagi di kursi ruang tamu dan entah kenapa tiba2 bisa pindah di kamar tidur adek sewaktu saya bangun. sayangnya, saat sy tidur di kamar tdr adek tsb sy melakukan sesuatu yg very very embarassing yg tdk usah sy tuliskan di sini krn menyangkut aib seorang gadis cantik lugu nan baik hati
yaitu diri saya sendiri. dan lbh sayangnya lg adalah, bahwa ayah sy memergokinya!! huwaaaaaaaaaaaaa…!!
jadilah begitu bgn tdr sy lgsg ditertawakan habis2an sama adek saya
Rasanya akan menjadi bukan saya jika di rumah tdk ngelindur
dalam mempertemukan saya dgn mb afra. krn tidak hanya duduk seforum, tp duduk berdampingan dempet2an hingga kedua bahu kami saling menempel
. diawali dari KRPH. keluar dari Mardliyyah, tibatiba saja saya menoleh pd rak di dekat parkirannya yg biasanya tdk pernah saya indahkan. dan di sana bertumpuk selebaran seputar islamic bookfair. saya ambil satu, dan di lembar itu tertera Talkshow “Rahasia Cewek” bersama Afifah Afra Amatullah, 14 November 2009 pukul 13.00-16.00 WIB. mata saya langsung berbinar
. teringat saya akan dua lembar kertas putih yg pd tgl 1 dzulhijjah 1430 H bertepatan 19 oktober 2009, telah saya penuhi dengan goresan-goresan bertuliskan daftar impian saya. segera saya rogoh saku jaket saya untuk mengambil HP dan mengagendakan untuk mencoret impian saya bernomor 13 itu.
. ya secara kami berdua ngobrol lumayan lama tadi, tp kok ya selama ngobrol masing2 dari kami tdk saling memperkenalkan diri.
.
saya hanya gregetan aja melihat kondisi jalan-jalan di jogja yang agaknya mulai cocok jika disebut sebagai Kota Metropolutan. bal-bul-bal-bul
). pernah juga saya menemukan tulisan semacam ini saat berselancar di dunia maya: